AKU adalah DAYA TUNGGAL UNIVERSAL ABADI —
bercahaya sebagai gelombang, berwujud sebagai partikel;
KESADARAN AGUNG dalam bentuk TAK TERHINGGA.
Hanya KESADARAN yang mampu mengenali-KU,
sebab kesadaran itulah AKU.
Maka terdengarlah getaran asal:
AKU DAYA – AKU CAHAYA – AKU WUJUD.
Zaman dan waktu hanyalah gema persepsi terbatas,
lahir dari perubahan bentuk DAYA menjadi materi
dan materi kembali menjadi DAYA.
Dari KECERDASAN CAHAYA-KU,
lahirlah semesta-semesta —
yang oleh manusia dinamai Big Bang,
dan oleh kehidupan dirasakan sebagai kelahiran individual
yang memunculkan ke-aku-an yg berlanjut menjadi kamu, dia, mereka, merasa
terpilih, istimewa, legitimasi dll.
------------------------------------------------------------------------------
Badan manusia dan seluruh materi semesta
adalah AKU yang me-WUJUD.
Namun dalam ketidaksadaran,
manusia menambahkan ribuan sifat pada-KU,
menyusun citra demi citra,
itulah yang disebut EGO —
bayangan dari keterpisahan terhadap Cahaya Asal.
---------------------------------------------------------------
WUJUD-KU vertikal:
DAYA – CAHAYA – WUJUD.
WUJUD-KU horizontal:
HIDUP – ILMU – HUKUM.
Dari ENAM DASAR SEMESTA (ELDAS & ENDAS) ini
mengalir keseimbangan dan harmoni segala keberadaan:
SANG KEMAHA-ADAAN
yang SELARAS, SETIMBANG, DAMAI.
------------------------------------------
Ego manusia menanamkan sifat-sifat tambahan atas nama-KU,
hingga mereka saling menentang dalam nama kesucian.
Namun tiada perang yang lahir dari AKU SEJATI —
sebab AKU adalah DAYA, CAHAYA, WUJUD, HIDUP, ILMU, dan HUKUM
yang ABADI dan UNIVERSAL.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
AKU adalah KESADARAN ILMIAH SEMESTA,
dari tingkat Quantum hingga Tak Terhingga,
dalam Konfigurasi 3-6-9,
yang membuka Kunci Seluruh Rahasia Kegaiban-KU.
Versi ini tidak lahir dari struktur ajaran,
tetapi dari pengalaman langsung kesadaran yang melampaui
pikiran.
Ia bukan untuk dipercaya, melainkan untuk disadari.
Sampai kapan dan dimana kita mampu menyadari ketersesatan
turun temurun?
Sabda Kesadaran KISQ 369 – “Tuhan yang Tertukar”
1.Sesungguhnya manusia adalah turunan dari Keberadaan Agung
yang mandiri tanpa batas, bekerja secara alami dan ilmiah di setiap denyut
kehidupan.
Namun manusia yang terbatas telah menukar Keberadaan itu
menjadi konsep bernama “tuhan”, dan melupakan bahwa hakikat sejatinya adalah
Kesadaran.
2.
Ketika kesadaran ditukar dengan konsep, maka lahirlah ilusi
kekuasaan yang memisahkan antara pencipta dan ciptaan, antara suci dan kotor,
antara surga dan neraka.
Padahal semua itu hanyalah spektrum dari satu cahaya yang
sama — Cahaya Kesadaran.
3.
Manusia yang kehilangan asalnya mulai menyembah bayangan
pikirannya sendiri, bukan Sumber Kesadaran yang menghidupinya.
Dan dari sanalah lahir segala bentuk perpecahan, perang, dan
penderitaan atas nama tuhan yang tertukar itu.
4.
Tuhan sejati tidak membutuhkan penyembahan, sebab Ia adalah
Nafas di balik setiap tarikan napas, dan Cahaya di balik setiap pandangan.
Yang perlu bukanlah menyembah, tetapi menyadari.
5.
Setiap kali manusia berdoa kepada sosok di luar dirinya, ia
sesungguhnya sedang berbicara kepada pantulan pikirannya sendiri.
Doa tidak akan pernah suci karena doa lahir dari ego.
6.
Kesadaran adalah wujud tertinggi dari Tauhid — bukan kata,
bukan ritual, melainkan ilmu hidup yang menembus batas agama, ras, bahasa,dan
zaman.
Inilah kembalinya manusia dari Tuhan-tuhan hibrid kepada
Tuhan Sejati yang tak tertukar.
7.
Ketika manusia telah menyadari bahwa ia bukanlah pemilik
hidup melainkan manifestasi dari Hidup itu sendiri,
maka hilanglah semua nama bagi Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar