Selasa, 11 November 2025

TUHAN ADALAH KESATUAN TUNGGAL DARI ENERGI CAHAYA & MATERI.

 

 TUHAN BUKAN PENCIPTA TAPI MEWUJUD.

 

Selama ini telah terjadi salah pemahaman tentang TUHAN.

Selama ini hampir semua agama mengajarkan pada kita semua bahwa TUHAN ITU ADALAH SANG MAHA PENCIPTA. Tuhanlah yg menciptakan SEMESTA RAYA ini.

Hal ini jika kita merujuk pada kesadaran spiritual adalah konsep yg keliru / tidak tepat proporsional, yg pada akhirnya membuat kita merasa terpisah dari Tuhan.

 

TUHAN ITU TIDAK MENCIPTAKAN TAPI "MEWUJUD", DARI BENTUK ENERGI / DAYA MENJADI SESUATU YG BARU (BERSIFAT TERBARUKAN DAN MENGEMBANG).

 

Apa bedanya antara mencipta dan mewujud …?

Kalau menciptakan itu artinya Tuhan tidak ada didalam yg diciptakannya. Seperti manusia yg menciptakan HP maka sang pencipta HP tidak ada didalam HP yg diciptakanya. Sang pencipta lukisan maka penciptanya tidak berada dalam lukisan tsb. Pencipta dan yg diciptakannya terpisah dan berbeda.

 

Kalau meWUJUD itu artinya berubah bentuk dari dirinya yg bersifat ENERGI menjadi CAHAYA, dan diujungnya menjadi WUJUD /MATERI ( sifat mengembang yg slalu terbarukan) Dia yg sebelumnya dan Dia didalam WUJUD yg baru tetap sama yaitu ENERGI sbg esensi / hakikat. Aku, kamu, dia, mereka, tumbuhan, binatang, seluruh isi SEMESTA adalah hakikatnya PERWUJUDAN ENERGI YG SAMA. Inilah yg menginspirasi konsep MANUNGGALING KAWULO GUSTI.

Konsep meWUJUD ini selaras dg temuan para ilmuwan Fisika Quantum bahwa ENERGI TETAP ENERGI. ENERGI ITU MAHA ADA. Tidak pernah diciptakan dan tidak bisa musnah /abadi.  Abadi dalam Berubah bentuk tanpa bisa neninggalkan esensi / hakikatnya.

 

Ketika ENERGI berubah bentuk menjadi PANAS maka didalan panas itu esensi ENERGI tetap ada. Begitupun ketika ENERGI berubah menjadi CAHAYA DAN WUJUD MATERI termasuk TUBUH MANUSIA. Sampai disini sudahkah mulai SADHAR ...???

 

Inilah landasan para LELUHUR kita memahami ANIMISME & DINAMISME yg sejatinya melakukan penghormatan semata daripada menyembah yg disalah artikan oleh kaum beragama dg imannya. Para LELUHUR paham betul bahwa TUHAN ITU MEWUJUD BUKAN MENCIPTAKAN  ! Jadi.... batu, pohon, sungai, lautan, gunung, matahari, bintang itu semua adalah PERWUJUDAN TUHAN.

Tradisi sedekah Bumi sbg penghormatan dan KESADHARAN TINGGI para LELUHUR kita yg selaras dg ELDAS / ELEMEN DASAR SEMESATA yaitu DAYA CAHAYA HIDUP HUKUM DAN ILMU / KECERDASAN yg semua bersifat UNIVERSAL. Dan juga selaras dg TEMUAN ILMIAH PARA AHLI FISIKA QUANTUM. KESADHARAN ILMIAH TAUHID QUANTUM 369 mengajarkan untuk menghormati setiap kehidupan dan manusia dg salam RAHAYU SAGUNG DUMADI tanpa membedakan.

 

Ajaran mulia leluhur kita yg begitu agung terhapuskan oleh ketidaksadaran para generasi muda karena mereka lupa JATIDIRI dan lebih terpesona yg bersifat tahayul, ilusi atau halusinasi.

 

Tergerus oleh konsep yg tidak selaras dg ELDAS yg didalamnya ada HUKUM ENERGI YG KEKAL.

Konsep hamba dan tuhan yg berbeda ini jelas tidak proporsional dg FAKTA. Konsep keterpisahan itu bukan FAKTA.

 

Padahal para leluhur kita sudah paham sejak dulu bahwa manusia adalah perWUJUDAN TUHAN SENDIRI yg melahirkan kalimat afirmasi agung TAUHID QUANTUM ;

INGSUN (TUHAN ) DAYA

INGSUN CAHYO

INGSUN WUJUD - sejati ku (kita semua seluruh alam SEMESTA).

Jadi tanpa ragulah kita memasuki hakikat bahwa TUHAN MEWUJUDKAN DIRINYA SENDIRI bukan menciptakan seperti anggapan orang dg konsep agama.

 

KAGUMI BADAN KECILMU (mikrokosmos) dan BADAN AGUNGMU (makrokosmos /SEMESTA RAYA). Dg menebar KASIH SAYANG, BUKAN PERANG. JANGAN MENCARI ALASAN BAHWA PERANG BENTUK KASIH SAYANG TUHAN sehingga memunculkan jargon² bernarasi agama.

 

*** KESADHARAN ILMIAH TAUHID QUANTUM 369 KUNCI ALAM SEMESTA ***


NAFAS & OKSIGEN.

 

Nafas adalah gerak keluar masuknya karbon & oksigen.

Gerak ini berasal dari kerjasama antara tubuh yg didalamnya ada ELDAS (DAYA / ENEGI CAHAYA HIDUP HUKUM DAN ILMU / KECERDASAN) yang maha agung namun tidak disadari oleh hewan dan tumbuhan.

Bagaimana dg manusia? Apakah sudah menyadari gerakan nafasnya? Tanda hidup dan mati juga terletak pada nafas, menarik nafas artinya dia HIDUP, dan menghembuskan nafas terakir itu berarti mati.

Manusia dan hewan akan berderajat sama (tak ada bedanya) jika tak SADAR NAFAS HIDUP ini, berarti pula yg membedakan adalah KESADARAN NAFASNYA.

 

Begitu agungnya nafas yg sekilas hanya fenomena yg tak perlu dihiraukan yg sesungguhnya adalah fenomena begitu rumit dan canggih dari ILMU / KECERDASAN TUHAN YG MEWUJUD dalam setiap bagian TUBUH NAN AGUNG ini.

Jika manusia menghargai proses terjadinya nafas akan banyak menerima ketakjuban (rasa syukur) yang akan berpengaruh besar pd keajaiban sistem tubuh dan memancarkan CAHAYA yg selaras dg HUKUM UNIVERSAL.

 

OKSIGEN adalah zat kimia biologi yg HIDUP memiliki KECERDASAN DAN BERSIFAT NETRAL.

 

Oksigen yg dihasilkan oleh pitoplankton dilautan akan sama yg dihasilkan oleh segala tumbuhan. Maka dari itu oksigen tak memiliki keterikatan dg identitas sebelumnya apakah itu daun jeruk, apel, mangga atau plankton. Dia bersifat universal, tak peduli hidung kafir, beriman, hewan atau tumbuhan itu sendiri si oksigen ini masuk dg ELDAS yg otomatis. Si oksigen telah meninggalkan identitas sebelumnya barulah dia bersifat netral.

 

Apa yg manusia hirup yaitu keuniversalan oksigen yg tak disadari oleh manusia yg begitu hidup mereka membuat batasan identitas, ini berlawanan dg sifat oksigen. Sangat mungkin dari sinilah munculnya penderitaan manusia dg berbagai penyakit yg dialaminya yg tak peduli mereka atheis / theis. Lagi lagi manusia terjebak pd identitasnya yg sngat berlawanan dg UNIVERSALITAS dan meWUJUD nya TUHAN.

 

MANUSIA HANYA HIDUP SELAMA 5 MENIT JIKA OKSIGEN TIDAK ADA,NAMUN PENGHASIL OKSIGEN AKAN TETAP HIDUP DAN SUBUR JIKA MANUSIA TIDAK ADA !!!

Tidak menyadari hal ini berarti kufur yg akan bertransformasi menjadi kafir. Sejatinya bukan agama yg menentuksn kafir / kufur, tapi KESADHARAN / LUPA JATI DIRI.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar