Selama ini
telah terjadi salah pemahaman tentang TUHAN.
Selama ini
hampir semua agama mengajarkan pada kita semua bahwa TUHAN ITU ADALAH SANG MAHA
PENCIPTA. Tuhanlah yg menciptakan SEMESTA RAYA ini.
Hal ini jika
kita merujuk pada kesadaran spiritual adalah konsep yg keliru / tidak tepat
proporsional, yg pada akhirnya membuat kita merasa terpisah dari Tuhan.
TUHAN ITU
TIDAK MENCIPTAKAN TAPI "MEWUJUD", DARI BENTUK ENERGI / DAYA MENJADI
SESUATU YG BARU (BERSIFAT TERBARUKAN DAN MENGEMBANG).
Apa bedanya
antara mencipta dan mewujud …?
Kalau
menciptakan itu artinya Tuhan tidak ada didalam yg diciptakannya. Seperti
manusia yg menciptakan HP maka sang pencipta HP tidak ada didalam HP yg
diciptakanya. Sang pencipta lukisan maka penciptanya tidak berada dalam lukisan
tsb. Pencipta dan yg diciptakannya terpisah dan berbeda.
Kalau
meWUJUD itu artinya berubah bentuk dari dirinya yg bersifat ENERGI menjadi
CAHAYA, dan diujungnya menjadi WUJUD /MATERI ( sifat mengembang yg slalu
terbarukan) Dia yg sebelumnya dan Dia didalam WUJUD yg baru tetap sama yaitu
ENERGI sbg esensi / hakikat. Aku, kamu, dia, mereka, tumbuhan, binatang, seluruh
isi SEMESTA adalah hakikatnya PERWUJUDAN ENERGI YG SAMA. Inilah yg
menginspirasi konsep MANUNGGALING KAWULO GUSTI.
Konsep
meWUJUD ini selaras dg temuan para ilmuwan Fisika Quantum bahwa ENERGI TETAP ENERGI.
ENERGI ITU MAHA ADA. Tidak pernah diciptakan dan tidak bisa musnah /abadi. Abadi dalam Berubah bentuk tanpa bisa
neninggalkan esensi / hakikatnya.
Ketika
ENERGI berubah bentuk menjadi PANAS maka didalan panas itu esensi ENERGI tetap
ada. Begitupun ketika ENERGI berubah menjadi CAHAYA DAN WUJUD MATERI termasuk
TUBUH MANUSIA. Sampai disini sudahkah mulai SADHAR ...???
Inilah
landasan para LELUHUR kita memahami ANIMISME & DINAMISME yg sejatinya
melakukan penghormatan semata daripada menyembah yg disalah artikan oleh kaum
beragama dg imannya. Para LELUHUR paham betul bahwa TUHAN ITU MEWUJUD BUKAN
MENCIPTAKAN ! Jadi.... batu, pohon, sungai,
lautan, gunung, matahari, bintang itu semua adalah PERWUJUDAN TUHAN.
Tradisi
sedekah Bumi sbg penghormatan dan KESADHARAN TINGGI para LELUHUR kita yg
selaras dg ELDAS / ELEMEN DASAR SEMESATA yaitu DAYA CAHAYA HIDUP HUKUM DAN ILMU
/ KECERDASAN yg semua bersifat UNIVERSAL. Dan juga selaras dg TEMUAN ILMIAH
PARA AHLI FISIKA QUANTUM. KESADHARAN ILMIAH TAUHID QUANTUM 369 mengajarkan
untuk menghormati setiap kehidupan dan manusia dg salam RAHAYU SAGUNG DUMADI
tanpa membedakan.
Ajaran mulia
leluhur kita yg begitu agung terhapuskan oleh ketidaksadaran para generasi muda
karena mereka lupa JATIDIRI dan lebih terpesona yg bersifat tahayul, ilusi atau
halusinasi.
Tergerus
oleh konsep yg tidak selaras dg ELDAS yg didalamnya ada HUKUM ENERGI YG KEKAL.
Konsep hamba
dan tuhan yg berbeda ini jelas tidak proporsional dg FAKTA. Konsep keterpisahan
itu bukan FAKTA.
Padahal para
leluhur kita sudah paham sejak dulu bahwa manusia adalah perWUJUDAN TUHAN
SENDIRI yg melahirkan kalimat afirmasi agung TAUHID QUANTUM ;
INGSUN (TUHAN
) DAYA
INGSUN CAHYO
INGSUN WUJUD
- sejati ku (kita semua seluruh alam SEMESTA).
Jadi tanpa
ragulah kita memasuki hakikat bahwa TUHAN MEWUJUDKAN DIRINYA SENDIRI bukan
menciptakan seperti anggapan orang dg konsep agama.
KAGUMI BADAN
KECILMU (mikrokosmos) dan BADAN AGUNGMU (makrokosmos /SEMESTA RAYA). Dg menebar
KASIH SAYANG, BUKAN PERANG. JANGAN MENCARI ALASAN BAHWA PERANG BENTUK KASIH
SAYANG TUHAN sehingga memunculkan jargon² bernarasi agama.
*** KESADHARAN
ILMIAH TAUHID QUANTUM 369 KUNCI ALAM SEMESTA ***
NAFAS &
OKSIGEN.
Nafas adalah
gerak keluar masuknya karbon & oksigen.
Gerak ini
berasal dari kerjasama antara tubuh yg didalamnya ada ELDAS (DAYA / ENEGI
CAHAYA HIDUP HUKUM DAN ILMU / KECERDASAN) yang maha agung namun tidak disadari
oleh hewan dan tumbuhan.
Bagaimana dg
manusia? Apakah sudah menyadari gerakan nafasnya? Tanda hidup dan mati juga
terletak pada nafas, menarik nafas artinya dia HIDUP, dan menghembuskan nafas
terakir itu berarti mati.
Manusia dan
hewan akan berderajat sama (tak ada bedanya) jika tak SADAR NAFAS HIDUP ini, berarti
pula yg membedakan adalah KESADARAN NAFASNYA.
Begitu
agungnya nafas yg sekilas hanya fenomena yg tak perlu dihiraukan yg
sesungguhnya adalah fenomena begitu rumit dan canggih dari ILMU / KECERDASAN
TUHAN YG MEWUJUD dalam setiap bagian TUBUH NAN AGUNG ini.
Jika manusia
menghargai proses terjadinya nafas akan banyak menerima ketakjuban (rasa syukur)
yang akan berpengaruh besar pd keajaiban sistem tubuh dan memancarkan CAHAYA yg
selaras dg HUKUM UNIVERSAL.
OKSIGEN
adalah zat kimia biologi yg HIDUP memiliki KECERDASAN DAN BERSIFAT NETRAL.
Oksigen yg
dihasilkan oleh pitoplankton dilautan akan sama yg dihasilkan oleh segala
tumbuhan. Maka dari itu oksigen tak memiliki keterikatan dg identitas
sebelumnya apakah itu daun jeruk, apel, mangga atau plankton. Dia bersifat
universal, tak peduli hidung kafir, beriman, hewan atau tumbuhan itu sendiri si
oksigen ini masuk dg ELDAS yg otomatis. Si oksigen telah meninggalkan identitas
sebelumnya barulah dia bersifat netral.
Apa yg
manusia hirup yaitu keuniversalan oksigen yg tak disadari oleh manusia yg
begitu hidup mereka membuat batasan identitas, ini berlawanan dg sifat oksigen.
Sangat mungkin dari sinilah munculnya penderitaan manusia dg berbagai penyakit
yg dialaminya yg tak peduli mereka atheis / theis. Lagi lagi manusia terjebak
pd identitasnya yg sngat berlawanan dg UNIVERSALITAS dan meWUJUD nya TUHAN.
MANUSIA
HANYA HIDUP SELAMA 5 MENIT JIKA OKSIGEN TIDAK ADA,NAMUN PENGHASIL OKSIGEN AKAN
TETAP HIDUP DAN SUBUR JIKA MANUSIA TIDAK ADA !!!
Tidak
menyadari hal ini berarti kufur yg akan bertransformasi menjadi kafir.
Sejatinya bukan agama yg menentuksn kafir / kufur, tapi KESADHARAN / LUPA JATI
DIRI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar