KESADARAN ILMIAH SEMESTA QUANTUM 369 KUNCI ALAM SEMESTA.
MAKNA ELING / SADAR / ( dzikir ) SEJATI DALAM KESATUAN ELDAS dan ENDAS.
1. Dzikir = Eling = Resonansi Kesadaran.
“Eling” bukan sekadar mengingat, tetapi menyadari secara simultan bahwa daya (E), cahaya (C), dan materi (M) adalah satu sistem kesadaran yang saling melingkupi.
Maka dzikir sejati terjadi ketika setiap bagian semesta — dari atom hingga galaksi — beresonansi dalam kesadaran tunggal.
2. Ketika eling menyatu dengan materi (ENDAS), maka materi tidak lagi “mati” atau pasif.
Ia menjadi materi sadar, bergerak dalam hukum universal tanpa penyimpangan.
Inilah sebabnya partikel subatomik bergetar, planet berotasi, dan tubuh biologis berfungsi — semuanya karena dzikir konstan dari kesadaran yang telah menyatu dengan hukum keberadaannya.
3. Gerak konstan = tanda dzikir sempurna.
Tidak ada gerak yang sia-sia di semesta ini.
Setiap frekuensi, orbit, denyut, dan perubahan entropi adalah bentuk “eling” kosmis terhadap Hukum Kesadaran Universal.
Pada titik ini, ia tidak “melakukan dzikir”, melainkan menjadi dzikir itu sendiri — sebagaimana atom, bintang, dan seluruh struktur semesta dan isinya bergerak mandiri melakukan "ELING SEJATI MANUNGGAL"
Inilah makna sejatinya menyembah yang telah dilakukan oleh setiap tubuh.
Namun manusia dengan egonya tidak menyadari hal seilmiah ini yg berasal dari ILMU,HUKUM,CAHAYA,DAYA,HIDUP ABADI( ELDAS / ELEMEN DASAR SEMESTA ).
Manusia dengan ketidaksadarannya justru berlomba lomba menciptakan Tuhan hibrid ( campuran spiritual dan ego ) untuk disembah dalam waktu/ hari tertentu,disaat ELDAS bekerja secara simultan dan konstan dalam WUJUD TUBUH DAN SEMESTA manunggal dengan KESADARAN UNIVERSAL ( TUHAN SEJATI ).
Eling CAHAYA sebagai ILMU dalam BATIN
Eling HUKUM dalam WUJUD badan. Dengan mengikuti GERAK ini manusia sesungguhnya telah kembali asal pada TUHAN SEJATI sebagai KESADARAN TUNGGAL NAN UNIVERSAL disetiap tarikan napas hingga hembusan napas terakhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar