“AKU adalah gerak pertama, denyut azali.
AKU keluar masuk sebagai napas,
memberi hidup pada badan dan membuka
ruang bagi CAHAYA.
Tanpa AKU, badan membeku;
tanpa AKU, CAHAYA tak dapat menyalur.
AKU adalah DAYA / ENERGI yang
menggerakkan HUKUM,
yang membuat semesta terus berdenyut
tanpa henti.
Maka AKU berkata: CAHAYA + WUJUD itu
AKU.”
---
Suara CAHAYA (Ilmu/Batin)
“AKU adalah getar halus yang menyingkap
rahasia.
AKU tak terlihat oleh mata kasar, namun
melalui batin engkau merasakan-KU.
Tanpa AKU, badan hanya menjadi wadah
kosong,
dan DAYA hanyalah arus tanpa arah.
AKU menyalakan pengertian,
menjadi terang yang menghubungkan jiwa
dengan semesta.
Maka AKU berkata: DAYA + WUJUD itu AKU.
Di mana ada gelombang dan partikel, di
sanalah AKU bercahaya.”
---
Suara WUJUD (Hukum/Badan)
“AKU adalah panggung di mana daya dan
CAHAYA bertemu.
Dalam diri -KU, HUKUM semesta berlaku:
detak jantung, aliran darah, gerak
tulang dan daging,hingga orbit bumi,bulan,bintang dan triliunan matahari.
AKU adalah hasil dari energi dan
pengetahuan
yang menjelma menjadi bentuk nyata.
Tanpa DAYA aku mati, tanpa CAHAYA aku
hampa.
Maka aku berkata: DAYA + CAHAYA itu AKU.
Aku adalah cermin semesta agung yang
dipadatkan.”
---
Kesimpulan AKU
“Maka jelaslah,
AKU bukan hanya DAYA, bukan hanya
CAHAYA, bukan hanya WUJUD.
AKU adalah kesatuan dari ketiganya,
mengekspresi dengan sempurna dalam
KESADARAN ILMIAH SEMESTA QUANTUM 369 – Kunci Alam Semesta.
AKU DAYA - AKU CAHAYA - AKU WUJUD telah
menjadi alam Semesta dan tubuh manusia.
AKU DAYA - AKU CAHAYA - AKU WUJUD ABADI,
ADA DENGAN SENDIRI, BERGERAK SENDIRI, TIDAK MEMBUTUHKAN PERTOLONGAN, DISEMBAH
TIDAK MEMBESAR, TIDAK DISEMBAH TIDAK MENGECIL APALAGI MARAH, MENYIKSA, SEPERTI
YANG DISANGKAKAN OLEH MANUSIA YANG BELUM MENYADARIKU DENGAN UTUH, TUNGGAL DAN
MANUNGGAL.
AKU HADIR TAK MENGENAL WAKTU! TAK
MENGENAL BATASAN, TAK MENGENAL RUANG. AKU MELIPUTI SEGALA SESUATU.
Manusia tersiksa, menderita, membuat
neraka karena melanggar HUKUM satu dari ELDAS, apakah itu hukum kimia, biologi,
fisika, hingga karma.
Merasa lebih baik, merasa lebih suci, perang,
membunuh itu bentuk super ego manusia yang mereka anggap sebagai tuhan. Manusia
belum menyadari bahwa sesungguhnya iblis lahir dari ego, yang ketika
mengajarkan dengan menyebut nama nama Tuhan manusia dengan mudahnya terbuai, terlena....
------------Oleh Surya
Adi--------------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar